Konferensi Pers adalah kegiatan mengundang wartawan untuk berdialog, dengan materi yang telah disiapkan secara matang oleh Public Relations Officer (Pejabat PR).
-Sasaran pertemuan dalam Konferensi Pers diharapkan dapat dimuat dalam media massa (cetak, elektronik atau on line) dari wartawan yang diundang.
Tujuan Konferensi Pers:
-Menyebarkan informasi positif pada publik.
-Menetralisir berita atau membatah berita yang tidak benar atau negatif tentang perusahaan atau manajemen.
-Meningkatkan citra (company image atau product/brand image).
-Membina hubungan secara langsung dengan Pers.
Persiapan Konferensi Pers:
-Kirimkan undangan kepada redaksi minimal tiga hari sebelum konferensi pers berlangsung.
-Cek kembali undangan yang sudah dikirimkan.
-Membuat News Release/Press Release yang ingin disampaikan dalam Konferensi Pers.
-Menunjuk juru bicara dalam Konferensi Pers, yang mengetahui permasalahan yang akan dibahas. Biasanya terdiri dari beberapa orang yang sesuai dengan bidang masing-masing dan satu sama lain saling menunjang.
-Menyiapkan tempat pertemuan sesuai dengan jumlah yang diundang dan tuan rumah.
-Lengkapi dengan LCD Projector, OHP dalam pertemuan itu.
-Jika Konferensi Pers sebelum atau sesudah makan siang, siapkan makanan kecil dan minumannya.
-Sediakan sovenir (kalau ada).
-Buat daftar hadir/buku tamu, khusus bagi wartawan ketika baru datang.
-Lama dan jalannya Konferensi Pers diatur secara ringkas, padat, jelas, dan terarah, agar waktu tidak terbuang, mengingat masih banyaknya tugas wartawan yang lain.
-Bila ada wartawan dalam Konferensi Pers bertanya di luar konteks, perlu dijawab bila tidak akan menimbulkan citra negatif pada perusahaan atau ditolak secara halus.
-Bila ada wartawan tak diundang, datang ke konferensi pers atau di bawa temannya yang diundang, tetap saja layani dan terima baik-baik
Sikap dan perilaku menghadapi Pers:
-Selalu bersedia menerima dan menampung dahulu apa yang wartawan inginkan.
-Tidak ragu, curiga atau takut, kendati ada masalah di perusahaan yang bisa menjadi konsumsi pers.
-bersikap dan berperilaku wajar dan ramah.
-Melayani dengan komunikatif dan informatif.
-Bila dalam perusahaan ada kasus, perlu terapkan prinsip bahwa segala permasalahan dapat dicari pemecahannya dan hadapi dengan sikap tenang.
Syarat-syarat Penyelenggaraan Konferensi Pers:
-Tujuan, alasan mengapa Konferensi Pers diadakan.
-Tanggal pelaksanaan, memilih tanggal yang tepat.
-Tempat penyelenggaraan.
-Daftar tamu
-Undangan
-Identitas tamu
-Paket pers, segala informasi yang akan disampaikan.
-Konsumsi
-kenang-kenangan
-Pengelolaan acara.
Tampilkan postingan dengan label pengertian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengertian. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 Juli 2011
Rabu, 01 September 2010
Pengertian demokratisasi ekonomi dan sejauh mana penerapanya dalam perekonomian Indonesia.
1.Pengertian demokratisasi ekonomi dan sejauh mana penerapanya dalam perekonomian Indonesia.
DEMOKRATISASI EKONOMI adalah program ekonomi yang berasal dari, oleh dan untuk rakyat. Atau pola hubungan antar pelaku ekonomi yang didasarkan atas asas demokrasi ekonomi.
PENERAPANNYA dalam perekonomian belum berjalan sempurna/sebagaimana yang diharapkan. Hal ini ditandai dengan masih terjadinya ketimpangan perlakuan terhadap pelaku ekonomi terutama kepada pelaku ekonomi menengah. Hal ini juga disebabkan oleh dihapuskannya penjelasan UUD 1945 oleh MPR dengan alasan NAIF yangsulit kita terima “Di negara lain tidak ada UUD / konstitusi yang memakai penjelasan”.
2.Sejauh mana peran PEMDA/PUSAT terhadap pengembangan daerah sejauh mana pembangunan daerah terlaksana. (pembangunan desa yg gagal)
PERAN PEMERINTAH :
1. Menjalankan fungsi regulator: fungsi mengaur dan mengawasi tatanan ekonomi agar pola hubungan ekonomi berjalan dengan merata dan berkeadilan.
2. Menjalankan fungsi fasilitator: fungsi memfasilitasi sarana dan prasarana dalam rangka memberikan kemudahan bagi pelaku ekonomi.
3. Menjalankan fungsi stabilisator: fungsi yang berhubungan dengan pengendalian harga dan megurangi penganguran/kemiskinan.
KESIMPULAN:
1. Demokratisasi ekonomi belum berjalan dengan efektif.
2. Peran atau fungsi pemerintah belum berjalan dengan maksimal, contohnya saja masih banyak desa yang saat ini masih tertinggal dan banyak penduduk desa yang ingin pindah kekota untuk mengadu nasib sehingga potensi didesa semakin berkurang.
3. Ini disebabkan karena pengawasan pemerintah belum efektif.
4. Karena masih banyak hal yang pada prakteknya masih menyimpang dari pasal 3 UUD 1945.
SOLUSINYA:
1. Perlu konsinten dalam menjalankan pasal 33 UUD 1945
2. Adanya komitmen yang kuat dalam menjalankan peran dan fungsi pemerintah dalam menjalakan demokratisasi ekonomi.
3. Adanya komitmen yang kuat dari seluruh pelaku ekonomi terhadap hal2 yg meneybabkan iklim demokratisasi ekonomi tidak sehat.
3.kondisi perbankan
Selama ini perbankan diliputi kekhawatiran dampak kritis keuangan global sehingga berhati2 dalam menyalurkan kredit, sehingga jika suku bunga BI turun, namun rata2 suku bunga kredit masih tinggi.
4.UMKM Kondisi dan potensi dalam SEI
Kondisi UMKM dalam SEI belum berjalan sempurna karena tingginya suku bunga kredit, sempitnya lapangan kerja & kebutuhan pokok tinggi menyebabkan daya beli masyarakat turun, dan terhambatnya biaya usaha akibat bunga tinggi menyebabkan volume produksi turun. Namun seiring berjalannya waktu UMKM udah semakin berkembang.
Potensi UMKM itu dapat meningkatkan pendapatan perkapita dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga UMKM dapat menjamin kesejahteraan masyarakat secara luas.
KESIMPULAN:
1. Perbankan harus mulai menurunkan suku bunga kredit dan mendorong sector UMKM sehingga meningkatkan pendapatan perkapita dan pertumbuhan ekonomi.
2. Pemerintah harus lebih tegas dalam menjalankan perannya sebagai Regulator, Fasilitator, dan Stabilisator untuk mengarahkan perbankan lebih andil dalam pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit.
5.Realita perekonomian Indonesia munculnya fenomena & isu Neo liberalisme (apa, bgmana, sejauhmana penerapan di Indonesia).
FENOMENA NEO LIBERALISME:
1. Bermula dari konsesus Washington.
2. Ditunjukkan untuk mengatasi krisis negara besar Meksiko, Brasil, Argentina.
3. Pihak yang terlibat: IMF, Bank Dunia, dan Dep. Keuangan AS
4. Terumusnya 10 elemen yang direkomendasikan bagi 3 negara tersebut dan negara lain yang memiliki karakteristi yang tak jauh berbeda.
KONTROVERSI 10 ELEMEN NEO LIBERALISME DI INDONESIA:
1. Privatisasi BUMN
2. Semankin bebasnya perdagangan
3. Pemangkasan birokrasi dan perijinan usaha
4. Pengglakakan wajib pajak
5. Menghilangkan diskriminasi terhadap penanaman modal
6. Adanya program2 pengentasan kemiskinan.
Faktor inilah yang membuat khalayak mulai berfikir bahwa paham Neo-Liberalisme kini dianut Indonesia.
KESIMPULAN:
Saat ini Indonesia mengadaptasi beberapa elemen NEO LIBERALISME dalam mengatasi kondisi perekonomiannya. Namun Indonesia tetap memegang ekonomi kerakyatan, karena telah didasarkan dengan pasal 3 UUD 1945. Hanya saja unsure liberalisme tersebut merupakan obat sementara agar Indonesia dapat bertahan dalam kondisi kristis, namun tidak berarti Indonesia menjadi pecandu paham tersebut.
6.Peran Teknologi Informasi dan Telekomunikasi dalam SEI.
TEKNOLOGi itu:
PROSES yang meningkatkan nilai tambah
PRODUK yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
STRUKTUR atau SISTEM dimana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan .
PERAN TEKNOLOGI:
1. Jarak dapat diminimalkan
2. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja yang besar, serta peningkata kualitas dan kuantitas hasil kerja.
3. Penghapusan penggunaan kertas
4. Kemudahan untuk mendapatkan informasi
5. Pencarian dan pengumpulan data dengan segera.
PERAN TEKNOLOGI DALAM EKONOMI:
1. Pertumbuhan ekonomi semakin tinggi
2. Produktivitas dunia industry semakin meningkat
3. Investasi dan reinvestasi didunia TIK meningkatkan produktivitas dunia ekonomi
4. Income perkapita meningkat akibat penyerapan tenaga kerja meningkat
5. Memberikan sumbanga GDP yang cukup besar.
DEMOKRATISASI EKONOMI adalah program ekonomi yang berasal dari, oleh dan untuk rakyat. Atau pola hubungan antar pelaku ekonomi yang didasarkan atas asas demokrasi ekonomi.
PENERAPANNYA dalam perekonomian belum berjalan sempurna/sebagaimana yang diharapkan. Hal ini ditandai dengan masih terjadinya ketimpangan perlakuan terhadap pelaku ekonomi terutama kepada pelaku ekonomi menengah. Hal ini juga disebabkan oleh dihapuskannya penjelasan UUD 1945 oleh MPR dengan alasan NAIF yangsulit kita terima “Di negara lain tidak ada UUD / konstitusi yang memakai penjelasan”.
2.Sejauh mana peran PEMDA/PUSAT terhadap pengembangan daerah sejauh mana pembangunan daerah terlaksana. (pembangunan desa yg gagal)
PERAN PEMERINTAH :
1. Menjalankan fungsi regulator: fungsi mengaur dan mengawasi tatanan ekonomi agar pola hubungan ekonomi berjalan dengan merata dan berkeadilan.
2. Menjalankan fungsi fasilitator: fungsi memfasilitasi sarana dan prasarana dalam rangka memberikan kemudahan bagi pelaku ekonomi.
3. Menjalankan fungsi stabilisator: fungsi yang berhubungan dengan pengendalian harga dan megurangi penganguran/kemiskinan.
KESIMPULAN:
1. Demokratisasi ekonomi belum berjalan dengan efektif.
2. Peran atau fungsi pemerintah belum berjalan dengan maksimal, contohnya saja masih banyak desa yang saat ini masih tertinggal dan banyak penduduk desa yang ingin pindah kekota untuk mengadu nasib sehingga potensi didesa semakin berkurang.
3. Ini disebabkan karena pengawasan pemerintah belum efektif.
4. Karena masih banyak hal yang pada prakteknya masih menyimpang dari pasal 3 UUD 1945.
SOLUSINYA:
1. Perlu konsinten dalam menjalankan pasal 33 UUD 1945
2. Adanya komitmen yang kuat dalam menjalankan peran dan fungsi pemerintah dalam menjalakan demokratisasi ekonomi.
3. Adanya komitmen yang kuat dari seluruh pelaku ekonomi terhadap hal2 yg meneybabkan iklim demokratisasi ekonomi tidak sehat.
3.kondisi perbankan
Selama ini perbankan diliputi kekhawatiran dampak kritis keuangan global sehingga berhati2 dalam menyalurkan kredit, sehingga jika suku bunga BI turun, namun rata2 suku bunga kredit masih tinggi.
4.UMKM Kondisi dan potensi dalam SEI
Kondisi UMKM dalam SEI belum berjalan sempurna karena tingginya suku bunga kredit, sempitnya lapangan kerja & kebutuhan pokok tinggi menyebabkan daya beli masyarakat turun, dan terhambatnya biaya usaha akibat bunga tinggi menyebabkan volume produksi turun. Namun seiring berjalannya waktu UMKM udah semakin berkembang.
Potensi UMKM itu dapat meningkatkan pendapatan perkapita dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga UMKM dapat menjamin kesejahteraan masyarakat secara luas.
KESIMPULAN:
1. Perbankan harus mulai menurunkan suku bunga kredit dan mendorong sector UMKM sehingga meningkatkan pendapatan perkapita dan pertumbuhan ekonomi.
2. Pemerintah harus lebih tegas dalam menjalankan perannya sebagai Regulator, Fasilitator, dan Stabilisator untuk mengarahkan perbankan lebih andil dalam pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit.
5.Realita perekonomian Indonesia munculnya fenomena & isu Neo liberalisme (apa, bgmana, sejauhmana penerapan di Indonesia).
FENOMENA NEO LIBERALISME:
1. Bermula dari konsesus Washington.
2. Ditunjukkan untuk mengatasi krisis negara besar Meksiko, Brasil, Argentina.
3. Pihak yang terlibat: IMF, Bank Dunia, dan Dep. Keuangan AS
4. Terumusnya 10 elemen yang direkomendasikan bagi 3 negara tersebut dan negara lain yang memiliki karakteristi yang tak jauh berbeda.
KONTROVERSI 10 ELEMEN NEO LIBERALISME DI INDONESIA:
1. Privatisasi BUMN
2. Semankin bebasnya perdagangan
3. Pemangkasan birokrasi dan perijinan usaha
4. Pengglakakan wajib pajak
5. Menghilangkan diskriminasi terhadap penanaman modal
6. Adanya program2 pengentasan kemiskinan.
Faktor inilah yang membuat khalayak mulai berfikir bahwa paham Neo-Liberalisme kini dianut Indonesia.
KESIMPULAN:
Saat ini Indonesia mengadaptasi beberapa elemen NEO LIBERALISME dalam mengatasi kondisi perekonomiannya. Namun Indonesia tetap memegang ekonomi kerakyatan, karena telah didasarkan dengan pasal 3 UUD 1945. Hanya saja unsure liberalisme tersebut merupakan obat sementara agar Indonesia dapat bertahan dalam kondisi kristis, namun tidak berarti Indonesia menjadi pecandu paham tersebut.
6.Peran Teknologi Informasi dan Telekomunikasi dalam SEI.
TEKNOLOGi itu:
PROSES yang meningkatkan nilai tambah
PRODUK yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
STRUKTUR atau SISTEM dimana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan .
PERAN TEKNOLOGI:
1. Jarak dapat diminimalkan
2. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja yang besar, serta peningkata kualitas dan kuantitas hasil kerja.
3. Penghapusan penggunaan kertas
4. Kemudahan untuk mendapatkan informasi
5. Pencarian dan pengumpulan data dengan segera.
PERAN TEKNOLOGI DALAM EKONOMI:
1. Pertumbuhan ekonomi semakin tinggi
2. Produktivitas dunia industry semakin meningkat
3. Investasi dan reinvestasi didunia TIK meningkatkan produktivitas dunia ekonomi
4. Income perkapita meningkat akibat penyerapan tenaga kerja meningkat
5. Memberikan sumbanga GDP yang cukup besar.
Sosiologi Komunikasi Massa
RUANG LINGKUP
a. Sosiologi:
- Durkheim:
Suatu ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial merupakan cara bertindak, berfikir, dan berperasaan yang berada diluar individu.
- Berger:
Ilmu dengan tujuan memahami masyarakat.
- Pitirin Sorokin:
1. Hubungan timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya gejala ekonomi dengan agama; keluarga dengan moral; hukum dengan ekonomi)
2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala-gejala sosial dengan non sosial ( gejala geografis, biologis dan sebagainya)
3. Ciri-ciri umum semua gejala-gejala sosial.
b. Komunikasi
1) Berelson dan Steiner (1964) :
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, ide-ide, emosi, keterampilan, atau sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, gambar, grafik, dan sebagainya.
c. Komunikasi massa
1) Tan dan Wright:
komunikasi massa merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh (terpencar), sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu.
2) Bittner:
Pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang.
Komunikasi Massa (Mass Communication) : Komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (Surat Kabar, Majalah) atau elektronik (radio, televisi) yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar dibanyak tempat.
ILMU SOSIOLOGI
• Asumsi yang dipakai adalah gagasan Herbert Spencer (1876-1896) tentang sistem sosial: bahwa masyarakat hidup dalam suatu sistem yang didalamnya ada subsistem (atau bagian-bagaian yang membentuk sistem itu agar bisa bekerja).
• Graham Summer (1906): “ an institution consits of a concept (idea, notion, doctrine, interst) and structure”. Konsep menjelaskan tujuan dan fungsi institusi, struktur memfasilitasi bagaimana tujuan dan fungsi tadi dicapai.
• Evolusi sosial dijalankan dengan perubahan perilaku individu menjadi perilaku masyarakat lewat proses institusionalisasi.
SOCIUS = KAWAN (LATIN) ,
LOGOS = KATA , BERBICARA (YUNANI)
® Berbicara Mengenai Masyarakat.
® Cabang Ilmu Sosial Mempelajari Struktur Sosial dan Proses Sosial termasuk Perubahan Sosial.
Augusto Comte (Bapak Sosiologi)
• Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Umum, Yg Merupakan Hasil Akhir Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Devinisi lain sosiologi :
PITIRIM SOROKIN:
a) Pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (ekonomi, agama, moral, hukum, politik)
b) pengaruh timbalik gejala sosial dengan non sosial (geografis, biologis)
WILLIAM F. OGBURN:
“Interaksi Sosial & Organisasi Sosial “
SELO SUMARJAN:
Struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan. Sosial.
INTRAKSI SOSIAL
• Kontak Sosial
• Proses interaksi
- Asosiatif (Kerjasama: gotong royong, bargaining, cooptation, coalition, joint venture. Akomodasi: koersi, kompromi, mediasi, konsiliasi, tolerasi, stalemate, adjudikasi)
- Disosisatif (kompetis, kontroversi, konflik)
INTERAKSI SOSIAL TERMEDIASI
• Gerbner (1967): mengkaitkan massa dan komunikasi dalam definisi, “komunikasi massa adalah interaksi sosial melalui pesan”
• Janowitz (1968): “Komunikasi massa melibatkan institusi dan teknik yang dikelola kelompok spesialis yang menggunakan teknologi untuk mendiseminasi konten ke audiens yg besar, heterogen, dan luas.
CIRI-CIRI MEDIA MASSA
Denniis McQuail:
• Wujudnya tetap
• Bersifat komersial
• Bertujuan memberi informasi
• Mencatat dan menyajikan iklan, hiburan, desas desus
• Bersifat terbuka
Onong Effendi:
• Berlangsung satu arah
• Melembaga
• Bersifat umum
• Menimbulkan keserempakkan
• Komunikannya heterogin
FUNGSI MEDIA MASSA
Sebagai kekuatan penyeimbang bagi kehidupan politik, ekonomi, pemerintah, budaya, nilai-nilai dan norma kemasyarakatan
Deniss McQuail: Fungsi Media Massa
1. Sumber kekuatan, alat kontrol, manajemen, dan inovasi dalam masyarakat, sebagai pengganti kekuatan sumber daya laiiinya.
2. Menampilkan peristiwa-peristiwa di masyarakat
3. Pengembangan kebudayaan
4. Sumber rujukan utama di masyarakat
FUNGSI KOMUNIKASI MASSA
• Pengawasan lingkungan
• Korelasi antar bagian masyarakat
• Transmisi warisan sosial
• Hiburan
Pengawasan lingkungan: Pengumpulan dan distribusi inormasi mengenai kejadian-kejadian yang berlangsung di lingkungan, baik di dalam maupun di luar masyarakat tertentu
Korelasi: interpretasi inromasi mengenai lingkungan dan pemakaiannya untuk berperilaku dan reaksinya terhadap peristiwa-peristiwa atau kejadian (editorial, propaganda)
1. Transmisi warisan sosial: komunikasi pengetahuan, nilai-nilai, dan norma-norma sosial dari satu generasi ke generasi lain atau dari anggota suatu kelompok kepada pendatang baru.
2. Hiburan: Tindakan komunikatif untuk menghibur dengan tidak mengindahkan efek-efek lainnya.
Fungsi Pewarisan Budaya dan Fungsi Penghiburan
Pendekatan institusional berpandangan bahwa kelembagaan yang mewadahi aktivitas komunikasi massa, ditentukan oleh sistem komunikasi yang berlaku pada masyarakat tertentu. Misalnya lembaga komunikasi massa di negara dengan sistem demokrasi, berbeda dengan yang berlaku di negara komunis.
PROSES KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT
• Menurut Kincaid dan Schramm: Proses adalah suatu perubahan atau rangkaian tindakan serta peristiwa selama beberapa waktu dan yang menuju suatu hasil tertentu.
• Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut
• Proses Komunikasi adalah Suatu rangkaian kegiatan komunikasi yang dari komunikator sampai ke komunikan. Dengan demikian setiap langkah saat yang dimulai dari menciptakaan informasi saat informasi itu dipahami oleh orang lain , merupakan proses-proses di dalam rangka proses komunikasi yang lebih umum (Liliweri, 1997).
Ada 2 jenis proses dalam komunikasi
1. Proses secara primer (Face to face) adalah komunikasi yang dilakukan secara tatap muka, langsung antara seseorang kepada orang lain guna menyampaikan pikiran maupun perasaannya. Proses komunikasi berlangsung tanpa alat, yaitu hanya dengan menggunakan bahasa sebagai simbol, dan gerakan yang diberikan arti khusus (nonverbal).
2. Proses secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana media sebagai media kedua setelah simbol sebagai alat pertama.
KONTEKS KOMUNIKASI
• Komunikasi Antarpribadi, kelompok, massa, dan organisasi
SOSIOLOGI KHALAYAK
Pemahaman mengenai Komunikasi Massa tidak hanya pada pemahaman mengenai Radio, Televisi, Film, Media Cetak dan jenis media lainnya. Ahli Sosiologi memandang bahwa komunikasi massa merupakan misi khusus dari komunikasi sosial yang melibatkan berbagai bentuk kondisi pengoperasian terutama sifat khalayak, sifat bentuk komunikasi, dan sifat komunikatornya.
KONSEP MASSA
• Terdiri dari masyarakat dalam jumlah yang besar. (menyebar dimana-mana, satu sama lainnya tidak saling tahu, dan tidak berhubungan secara personal
• Jumlah yang besar menyebabkan massa tidak bisa dibedakan satu dengan lainnya
• Sebagian besar anggota massa memiliki negatif image terhadap pemberitaan media massa (senantiasa curiga pada pemberitaan sbg sesuatu yang benar) misal berita SBY mendukung pemberantasan korupsi massa skeptis bahwa SBY melakukan itu
• Karena jumlah besar masyarakat sukar diorganisir (cenderung bergerak sendiri)
• Massa merupakan refleksi dari kehidupan sosial secara luas.
SOSIOLOGI KOMUNIKATOR
Komunikator
• Pihak yang mengirim pesan kepada khalayak
• Disebut juga:
pengirim, sumber / source, encoder
• Memegang peranan penting dalam mengendalikan jalannya komunikasi
• Harus terampil berkomunikasi, kaya ide, kreatif
MENGENAL DIRI SENDIRI
Konsep Johari Window
(Joseph Luft & Harrington Ingham)
• Wilayah Terbuka / Open Area
• Wilayah Buta / Blind Area
• Wilayah Tersembunyi / Hidden Area
• Wilayah Tak Dikenal / Unknown Area
Wilayah Terbuka
• Mengenal kelebihan & kekurangan diri kita
• Wilayah terbuka makin lebar, kita dan orang lain dapat lebih saling memahami = komunikasi makin lancar / terbuka
Wilayah Buta
• Orang tidak mengetahui kekurangannya, tapi kekurangan tersebut diketahui oleh orang lain
• Kebanyakan orang berusaha menyangkal/defensif
• Jika wilayah buta melebar, komunikasi makin sulit
• Sulit untuk dihapuskan sama sekali, tapi bisa dikurangi dengan cara introspeksi, bercermin pada norma hukum
Wilayah Tersembunyi
• Kemampuan yang kita miliki tidak diketahui oleh orang lain
• Over disclose: terlalu banyak mengungkapkan sesuatu, sehingga hal-hal yang sebaiknya disembunyikan juga diutarakan
• Under disclose: terlalu menyembunyikan sesuatu yang seharusnya diungkapkan ; terlalu banyak tahu tentang org lain, tapi tidak mau bicara tentang dirinya
Wilayah Tak Dikenal
• Wilayah paling kritis, tdk ada yg mengenalnya
KONSEP DIRI WEAVER (1978)
• Proses menyadari diri tentang siapakah aku, di mana aku berada & bagaimana orang lain memandang diriku (self awareness)
• Dengan sadar diri, maka apa yg terjadi akan diterima sebagai kenyataan (self acceptance)
• Dengan menerima kenyataan, org baru akan dapat mengembangkan dirinya (self actualization)
• Keinginan untuk maju perlu dikomunikasikan agar dapat berkembang / terpenuhi (self disclose)
Selain mengenal dirinya sendiri, seorang komunikator juga harus memiliki:
• kepercayaan (credibility),
• daya tarik (attractive), dan
• kekuatan (power)
Kepercayaan (credibility)
Seperangkat persepsi tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh komunikator sehingga diterima / diikuti oleh komunikan
Aristoteles:
• Ethos: kekuatan yang dimiliki pembicara dari karakter pribadinya, sehingga ucapannya dapat dipercaya
• Pathos: kekuatan pembicara untuk mengendalikan emosi pendengar
• Logos: kekuatan argumentasi pembicara
Sumber kredibilitas dari James McCroskey (1966)
• Kompetensi: penguasaan komunikator akan hal yang sedang dibahasanya
• Sikap: pribadi komunikator, tegar atau toleran
• Tujuan: hal yang disampaikan bermaksud baik / tidak
• Kepribadian: pribadi pembicara hangat / ramah
• Dinamika: hal yang disampaikan menarik / tidak
Menurut bentuknya, kredibilitas dapat dibedakan:
• Initial credibility diperoleh komunikator sebelum proses komunikasi berlangsung
• Derived credibility diperoleh komunikator saat proses komunikasi berlangsung
• Terminal credibility diperoleh komunikator setelah proses komunikasi selesai
Kredibilitas seorang komunikator bisa diperoleh jika ia:
• Memiliki keterampilan komunikasi lisan & tertulis
• Memiliki pengetahuan yang luas tentang bahasannya
• Memiliki sikap yang jujur & bersahabat
• Mampu beradaptasi dengan sistem sosial & budaya di mana khalayaknya berada
Kredibilitas seseorg bisa berubah seiring perubahan khalayak, topik & waktu.
Daya tarik
• Kesamaan (similarity): demografik
• Akrab (familiarity): lebih dikenal masyarakat
• Disukai (liking): disenangi oleh khalayak
• Fisik: makin menarik, makin menggugah
Kekuatan (Power)
• Kepercayaan diri yang harus dimiliki komunikator jika ia ingin mempengaruhi orang lain
• Kekuasaan di mana khalayak dengan mudah menerima pendapat jika disampaikan oleh orang yang berkuasa
Kemampuan untuk menumbuhkan daya tarik sangat ditentukan oleh kemampuan komunikator untuk berempati / memproyeksikan diri ke dalam orang lain.
Jika seorg komunikator memiliki sikap empati / toleransi / tenggang rasa, maka pada akhirnya ia akan mendapatkan simpati berupa hormat dari komunikan.
Homophily
Kesamaan yang dimiliki komunikator dengan komunikan dalam hal bahasa, pendidikan, agama, usia & jenis kelamin.
Semakin tinggi tingkat homophily antara komunikator & komunikan, komunikasi makin mudah terjadi.
Homophily
Kesamaan yang dimiliki komunikator dengan komunikan dalam hal bahasa, pendidikan, agama, usia & jenis kelamin.
Semakin tinggi tingkat homophily antara komunikator & komunikan, komunikasi makin mudah terjadi.
KONSTRUKSI SOSIAL ATAS REALITAS
Menurut berger dan luckman
Dalam bukunya Social Construction of Reality, Berger dan Luckman menjelaskan betapa realitas dalam kehidupan sehari-hari telah memberikan ingatan, kesadaran, dan pengetahuan yang membimbing tindakan pada sesuatu yang dianggap wajar.
Pendekatan Positivistik dan Konstruksionistik Sosial dalam Ilmu Sosial
Pendekatan teoritis antara positivistik dan konstruksionistik sosial memiliki beberapa perbedaan. Positivis cenderung menilai adanya kebenaran yang obyektif mengenai realitas, sementara konstruksionis sosial percaya akan kebenaran.
Tiga Macam Konstruktivisme
Konstruktivisme Radikal, hipotesis, dan biasa
Gergen melihat adanya pemahaman yang salah dalam pendekatan positivistik.
pertama, mengenai sifat ketidak berpihakan positivistik di dalam penelitian
Kedua, pemahaman kondisi sebab akibat.
Ketiga, merubah hasil observasi ke dalam angka-angka.
Keempat, pencarian jawaban yang paling benar.
Berdasakan kenyataan sosial yang ada, Berger dan Luckman menganggap bahwa unsur terpenting dalam konstruksi sosial adalah masyarakat, yang di dalamnya terdapat aturan-aturan atau norma, baik itu norma adat, agama, moral dan lain-lain.
Tesis utama dari Berger adalah manusia dan masyarakat adalah produk yang dialektis, dinamis, dan plural secara terus-menerus.
Proses tersebut mempunyai tiga tahapan
Externalisasi, objektivasi, dan internalisasi
eksternalisasi, yaitu usaha pencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam dunia, baik dalam kegiatan mental maupu fisik
objektivasi, yaitu hasil yang telah dicapai, baik mental maupun fisik dari kegiatan eksternalisasi manusia tersebut
internalisasi. Proses internalisasi lebih merupakan penyerapan kembali dunia objektif ke dalam kesadaran sedemikian rupa sehingga subektif individu dipengaruhi oleh struktur dunia sosial
eksternalisasi, yaitu usaha pencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam dunia, baik dalam kegiatan mental maupu fisik
objektivasi, yaitu hasil yang telah dicapai, baik mental maupun fisik dari kegiatan eksternalisasi manusia tersebut
internalisasi. Proses internalisasi lebih merupakan penyerapan kembali dunia objektif ke dalam kesadaran sedemikian rupa sehingga subektif individu dipengaruhi oleh struktur dunia sosial.
a. Sosiologi:
- Durkheim:
Suatu ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial merupakan cara bertindak, berfikir, dan berperasaan yang berada diluar individu.
- Berger:
Ilmu dengan tujuan memahami masyarakat.
- Pitirin Sorokin:
1. Hubungan timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya gejala ekonomi dengan agama; keluarga dengan moral; hukum dengan ekonomi)
2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala-gejala sosial dengan non sosial ( gejala geografis, biologis dan sebagainya)
3. Ciri-ciri umum semua gejala-gejala sosial.
b. Komunikasi
1) Berelson dan Steiner (1964) :
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, ide-ide, emosi, keterampilan, atau sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, gambar, grafik, dan sebagainya.
c. Komunikasi massa
1) Tan dan Wright:
komunikasi massa merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh (terpencar), sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu.
2) Bittner:
Pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang.
Komunikasi Massa (Mass Communication) : Komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (Surat Kabar, Majalah) atau elektronik (radio, televisi) yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar dibanyak tempat.
ILMU SOSIOLOGI
• Asumsi yang dipakai adalah gagasan Herbert Spencer (1876-1896) tentang sistem sosial: bahwa masyarakat hidup dalam suatu sistem yang didalamnya ada subsistem (atau bagian-bagaian yang membentuk sistem itu agar bisa bekerja).
• Graham Summer (1906): “ an institution consits of a concept (idea, notion, doctrine, interst) and structure”. Konsep menjelaskan tujuan dan fungsi institusi, struktur memfasilitasi bagaimana tujuan dan fungsi tadi dicapai.
• Evolusi sosial dijalankan dengan perubahan perilaku individu menjadi perilaku masyarakat lewat proses institusionalisasi.
SOCIUS = KAWAN (LATIN) ,
LOGOS = KATA , BERBICARA (YUNANI)
® Berbicara Mengenai Masyarakat.
® Cabang Ilmu Sosial Mempelajari Struktur Sosial dan Proses Sosial termasuk Perubahan Sosial.
Augusto Comte (Bapak Sosiologi)
• Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Umum, Yg Merupakan Hasil Akhir Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Devinisi lain sosiologi :
PITIRIM SOROKIN:
a) Pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (ekonomi, agama, moral, hukum, politik)
b) pengaruh timbalik gejala sosial dengan non sosial (geografis, biologis)
WILLIAM F. OGBURN:
“Interaksi Sosial & Organisasi Sosial “
SELO SUMARJAN:
Struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan. Sosial.
INTRAKSI SOSIAL
• Kontak Sosial
• Proses interaksi
- Asosiatif (Kerjasama: gotong royong, bargaining, cooptation, coalition, joint venture. Akomodasi: koersi, kompromi, mediasi, konsiliasi, tolerasi, stalemate, adjudikasi)
- Disosisatif (kompetis, kontroversi, konflik)
INTERAKSI SOSIAL TERMEDIASI
• Gerbner (1967): mengkaitkan massa dan komunikasi dalam definisi, “komunikasi massa adalah interaksi sosial melalui pesan”
• Janowitz (1968): “Komunikasi massa melibatkan institusi dan teknik yang dikelola kelompok spesialis yang menggunakan teknologi untuk mendiseminasi konten ke audiens yg besar, heterogen, dan luas.
CIRI-CIRI MEDIA MASSA
Denniis McQuail:
• Wujudnya tetap
• Bersifat komersial
• Bertujuan memberi informasi
• Mencatat dan menyajikan iklan, hiburan, desas desus
• Bersifat terbuka
Onong Effendi:
• Berlangsung satu arah
• Melembaga
• Bersifat umum
• Menimbulkan keserempakkan
• Komunikannya heterogin
FUNGSI MEDIA MASSA
Sebagai kekuatan penyeimbang bagi kehidupan politik, ekonomi, pemerintah, budaya, nilai-nilai dan norma kemasyarakatan
Deniss McQuail: Fungsi Media Massa
1. Sumber kekuatan, alat kontrol, manajemen, dan inovasi dalam masyarakat, sebagai pengganti kekuatan sumber daya laiiinya.
2. Menampilkan peristiwa-peristiwa di masyarakat
3. Pengembangan kebudayaan
4. Sumber rujukan utama di masyarakat
FUNGSI KOMUNIKASI MASSA
• Pengawasan lingkungan
• Korelasi antar bagian masyarakat
• Transmisi warisan sosial
• Hiburan
Pengawasan lingkungan: Pengumpulan dan distribusi inormasi mengenai kejadian-kejadian yang berlangsung di lingkungan, baik di dalam maupun di luar masyarakat tertentu
Korelasi: interpretasi inromasi mengenai lingkungan dan pemakaiannya untuk berperilaku dan reaksinya terhadap peristiwa-peristiwa atau kejadian (editorial, propaganda)
1. Transmisi warisan sosial: komunikasi pengetahuan, nilai-nilai, dan norma-norma sosial dari satu generasi ke generasi lain atau dari anggota suatu kelompok kepada pendatang baru.
2. Hiburan: Tindakan komunikatif untuk menghibur dengan tidak mengindahkan efek-efek lainnya.
Fungsi Pewarisan Budaya dan Fungsi Penghiburan
Pendekatan institusional berpandangan bahwa kelembagaan yang mewadahi aktivitas komunikasi massa, ditentukan oleh sistem komunikasi yang berlaku pada masyarakat tertentu. Misalnya lembaga komunikasi massa di negara dengan sistem demokrasi, berbeda dengan yang berlaku di negara komunis.
PROSES KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT
• Menurut Kincaid dan Schramm: Proses adalah suatu perubahan atau rangkaian tindakan serta peristiwa selama beberapa waktu dan yang menuju suatu hasil tertentu.
• Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut
• Proses Komunikasi adalah Suatu rangkaian kegiatan komunikasi yang dari komunikator sampai ke komunikan. Dengan demikian setiap langkah saat yang dimulai dari menciptakaan informasi saat informasi itu dipahami oleh orang lain , merupakan proses-proses di dalam rangka proses komunikasi yang lebih umum (Liliweri, 1997).
Ada 2 jenis proses dalam komunikasi
1. Proses secara primer (Face to face) adalah komunikasi yang dilakukan secara tatap muka, langsung antara seseorang kepada orang lain guna menyampaikan pikiran maupun perasaannya. Proses komunikasi berlangsung tanpa alat, yaitu hanya dengan menggunakan bahasa sebagai simbol, dan gerakan yang diberikan arti khusus (nonverbal).
2. Proses secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana media sebagai media kedua setelah simbol sebagai alat pertama.
KONTEKS KOMUNIKASI
• Komunikasi Antarpribadi, kelompok, massa, dan organisasi
SOSIOLOGI KHALAYAK
Pemahaman mengenai Komunikasi Massa tidak hanya pada pemahaman mengenai Radio, Televisi, Film, Media Cetak dan jenis media lainnya. Ahli Sosiologi memandang bahwa komunikasi massa merupakan misi khusus dari komunikasi sosial yang melibatkan berbagai bentuk kondisi pengoperasian terutama sifat khalayak, sifat bentuk komunikasi, dan sifat komunikatornya.
KONSEP MASSA
• Terdiri dari masyarakat dalam jumlah yang besar. (menyebar dimana-mana, satu sama lainnya tidak saling tahu, dan tidak berhubungan secara personal
• Jumlah yang besar menyebabkan massa tidak bisa dibedakan satu dengan lainnya
• Sebagian besar anggota massa memiliki negatif image terhadap pemberitaan media massa (senantiasa curiga pada pemberitaan sbg sesuatu yang benar) misal berita SBY mendukung pemberantasan korupsi massa skeptis bahwa SBY melakukan itu
• Karena jumlah besar masyarakat sukar diorganisir (cenderung bergerak sendiri)
• Massa merupakan refleksi dari kehidupan sosial secara luas.
SOSIOLOGI KOMUNIKATOR
Komunikator
• Pihak yang mengirim pesan kepada khalayak
• Disebut juga:
pengirim, sumber / source, encoder
• Memegang peranan penting dalam mengendalikan jalannya komunikasi
• Harus terampil berkomunikasi, kaya ide, kreatif
MENGENAL DIRI SENDIRI
Konsep Johari Window
(Joseph Luft & Harrington Ingham)
• Wilayah Terbuka / Open Area
• Wilayah Buta / Blind Area
• Wilayah Tersembunyi / Hidden Area
• Wilayah Tak Dikenal / Unknown Area
Wilayah Terbuka
• Mengenal kelebihan & kekurangan diri kita
• Wilayah terbuka makin lebar, kita dan orang lain dapat lebih saling memahami = komunikasi makin lancar / terbuka
Wilayah Buta
• Orang tidak mengetahui kekurangannya, tapi kekurangan tersebut diketahui oleh orang lain
• Kebanyakan orang berusaha menyangkal/defensif
• Jika wilayah buta melebar, komunikasi makin sulit
• Sulit untuk dihapuskan sama sekali, tapi bisa dikurangi dengan cara introspeksi, bercermin pada norma hukum
Wilayah Tersembunyi
• Kemampuan yang kita miliki tidak diketahui oleh orang lain
• Over disclose: terlalu banyak mengungkapkan sesuatu, sehingga hal-hal yang sebaiknya disembunyikan juga diutarakan
• Under disclose: terlalu menyembunyikan sesuatu yang seharusnya diungkapkan ; terlalu banyak tahu tentang org lain, tapi tidak mau bicara tentang dirinya
Wilayah Tak Dikenal
• Wilayah paling kritis, tdk ada yg mengenalnya
KONSEP DIRI WEAVER (1978)
• Proses menyadari diri tentang siapakah aku, di mana aku berada & bagaimana orang lain memandang diriku (self awareness)
• Dengan sadar diri, maka apa yg terjadi akan diterima sebagai kenyataan (self acceptance)
• Dengan menerima kenyataan, org baru akan dapat mengembangkan dirinya (self actualization)
• Keinginan untuk maju perlu dikomunikasikan agar dapat berkembang / terpenuhi (self disclose)
Selain mengenal dirinya sendiri, seorang komunikator juga harus memiliki:
• kepercayaan (credibility),
• daya tarik (attractive), dan
• kekuatan (power)
Kepercayaan (credibility)
Seperangkat persepsi tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh komunikator sehingga diterima / diikuti oleh komunikan
Aristoteles:
• Ethos: kekuatan yang dimiliki pembicara dari karakter pribadinya, sehingga ucapannya dapat dipercaya
• Pathos: kekuatan pembicara untuk mengendalikan emosi pendengar
• Logos: kekuatan argumentasi pembicara
Sumber kredibilitas dari James McCroskey (1966)
• Kompetensi: penguasaan komunikator akan hal yang sedang dibahasanya
• Sikap: pribadi komunikator, tegar atau toleran
• Tujuan: hal yang disampaikan bermaksud baik / tidak
• Kepribadian: pribadi pembicara hangat / ramah
• Dinamika: hal yang disampaikan menarik / tidak
Menurut bentuknya, kredibilitas dapat dibedakan:
• Initial credibility diperoleh komunikator sebelum proses komunikasi berlangsung
• Derived credibility diperoleh komunikator saat proses komunikasi berlangsung
• Terminal credibility diperoleh komunikator setelah proses komunikasi selesai
Kredibilitas seorang komunikator bisa diperoleh jika ia:
• Memiliki keterampilan komunikasi lisan & tertulis
• Memiliki pengetahuan yang luas tentang bahasannya
• Memiliki sikap yang jujur & bersahabat
• Mampu beradaptasi dengan sistem sosial & budaya di mana khalayaknya berada
Kredibilitas seseorg bisa berubah seiring perubahan khalayak, topik & waktu.
Daya tarik
• Kesamaan (similarity): demografik
• Akrab (familiarity): lebih dikenal masyarakat
• Disukai (liking): disenangi oleh khalayak
• Fisik: makin menarik, makin menggugah
Kekuatan (Power)
• Kepercayaan diri yang harus dimiliki komunikator jika ia ingin mempengaruhi orang lain
• Kekuasaan di mana khalayak dengan mudah menerima pendapat jika disampaikan oleh orang yang berkuasa
Kemampuan untuk menumbuhkan daya tarik sangat ditentukan oleh kemampuan komunikator untuk berempati / memproyeksikan diri ke dalam orang lain.
Jika seorg komunikator memiliki sikap empati / toleransi / tenggang rasa, maka pada akhirnya ia akan mendapatkan simpati berupa hormat dari komunikan.
Homophily
Kesamaan yang dimiliki komunikator dengan komunikan dalam hal bahasa, pendidikan, agama, usia & jenis kelamin.
Semakin tinggi tingkat homophily antara komunikator & komunikan, komunikasi makin mudah terjadi.
Homophily
Kesamaan yang dimiliki komunikator dengan komunikan dalam hal bahasa, pendidikan, agama, usia & jenis kelamin.
Semakin tinggi tingkat homophily antara komunikator & komunikan, komunikasi makin mudah terjadi.
KONSTRUKSI SOSIAL ATAS REALITAS
Menurut berger dan luckman
Dalam bukunya Social Construction of Reality, Berger dan Luckman menjelaskan betapa realitas dalam kehidupan sehari-hari telah memberikan ingatan, kesadaran, dan pengetahuan yang membimbing tindakan pada sesuatu yang dianggap wajar.
Pendekatan Positivistik dan Konstruksionistik Sosial dalam Ilmu Sosial
Pendekatan teoritis antara positivistik dan konstruksionistik sosial memiliki beberapa perbedaan. Positivis cenderung menilai adanya kebenaran yang obyektif mengenai realitas, sementara konstruksionis sosial percaya akan kebenaran.
Tiga Macam Konstruktivisme
Konstruktivisme Radikal, hipotesis, dan biasa
Gergen melihat adanya pemahaman yang salah dalam pendekatan positivistik.
pertama, mengenai sifat ketidak berpihakan positivistik di dalam penelitian
Kedua, pemahaman kondisi sebab akibat.
Ketiga, merubah hasil observasi ke dalam angka-angka.
Keempat, pencarian jawaban yang paling benar.
Berdasakan kenyataan sosial yang ada, Berger dan Luckman menganggap bahwa unsur terpenting dalam konstruksi sosial adalah masyarakat, yang di dalamnya terdapat aturan-aturan atau norma, baik itu norma adat, agama, moral dan lain-lain.
Tesis utama dari Berger adalah manusia dan masyarakat adalah produk yang dialektis, dinamis, dan plural secara terus-menerus.
Proses tersebut mempunyai tiga tahapan
Externalisasi, objektivasi, dan internalisasi
eksternalisasi, yaitu usaha pencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam dunia, baik dalam kegiatan mental maupu fisik
objektivasi, yaitu hasil yang telah dicapai, baik mental maupun fisik dari kegiatan eksternalisasi manusia tersebut
internalisasi. Proses internalisasi lebih merupakan penyerapan kembali dunia objektif ke dalam kesadaran sedemikian rupa sehingga subektif individu dipengaruhi oleh struktur dunia sosial
eksternalisasi, yaitu usaha pencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam dunia, baik dalam kegiatan mental maupu fisik
objektivasi, yaitu hasil yang telah dicapai, baik mental maupun fisik dari kegiatan eksternalisasi manusia tersebut
internalisasi. Proses internalisasi lebih merupakan penyerapan kembali dunia objektif ke dalam kesadaran sedemikian rupa sehingga subektif individu dipengaruhi oleh struktur dunia sosial.
Pengertian Holding company, Trust, Kartel, Asosiasi perdagangan, Joint venture, Gentlement agreement, Franchise, Lisensi, Hybrid
Definisi Tentang :
-Holding company
Perusahaan induk atau Holding Company adalah perusahaan utama yang membawahi beberapa perusahaan yang tergabung ke dalam satu grup perusahaan. Melalui pengelompokan perusahaan ke dalam induk perusahaan, bertujuan untuk meningkatkan atau menciptakan nilai pasar perusahaan (market value creation).
Contoh : Trans Corp mempunyai 2 cabang Perusahaan Stasiun televise, yaitu Trans 7 dan Trans TV
-Trust
Trust atau kepercayaan yaitu suatu kepercayaan dari atasan untuk bawahan atau sebaliknya. Hubungan tersebut merupakan hal yang sangat penting agar kerjasama dapat tercipta dengan efektif. Bentuk trust yang muncul sangat jelas terjadi ketika atasan dan bawahan saling mengenal Knowledge Based Trust atau pengetahuan berdasarkan kepercayaan , namun baik di awal hubungan mereka ketika mereka masih menjadi stranger atau orang asing.
Contoh : Atasan yang memberikan suatu pekerjaan kepada bawahannya dengan penuh kepercayaan.
-Kartel
sering terbentuk oleh para peserta tender bertujuan untuk memanipulasi pemenang tender, yang menguntungkan salah satu anggota kartel tersebut. Praktik yang juga digolongkan sebagai korupsi ini dapat dilakukan dengan atau tanpa adanya keterlibatan pejabat Negara didalamnya. Sementara, kolusi biasanya merupakan bentuk kesepakatan dari peserta tender untuk menetapkan giliran pemenang tender atau kesepakatan pembayaran kompensasi kepada pihak yang kalah dalam tender karena memasukan penawaran yang lebih tinggi.
Contoh: praktik monopoli dan persaingan usaha, kesepakatan dalam penetapan dan kenaikan harga, serta pembagian pasar.
-Asosiasi perdagangan
adalah suatu pengorganisasian yang terbentuk atas kerjasama para pedagang.
Contoh : Kumpulan para pedagang barang – barang elektronik yang ada di BEC (Bandung Electronik Center)
-Joint venture
adalah bergabungnya suatu perusahaan dengan perusahaan lain untuk menjalankan aktivitas ekonomi bersama. Pihak-pihak itu setuju untuk berkelompok dengan menyumbang keadilan pemilikan dan kemudian saham dalam penerimaan, biaya , dan kontrol perusahaan.
Contoh : perusahaan ASUS dan Gigabyte, Gaikindo (Gabungan Agen Tunggal dan Asembler Kendaraan Bermotor), Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO), ASI dan APKI (Asosiasi Pabrik Kertas
Indonesia).
-Gentlemen Agreement
Bila salah satu pihak melanggar, maka tidak dapat lagi dipercaya. Maka dibuatlah MoU sebagai pengikat perjanjian bisnis. Tetapi masih banyak yang melanggar MoU, karena ada saja pasal-pasal dalam perjanjian tersebut yang menjadi titik lemah untuk dilanggar.
Contoh : Kerjasama Industri-industri formal/Informal.
-Franchise
ialah waralaba dimaknai lebih luas, pemberi waralaba tidak hanya memperkenankan penerima waralaba untuk memakai merek/logo/hak ciptanya, tetapi turut pula mengatur internal perusahaan. Baik mengenai karyawan, pelatihan, lokasi, bahan baku hingga strategi pemasarannya.
Contoh : KFC, Chandra Toserba, alfamart
-Lisensi
Dapat diartikan sebagai adanya sebuah izin yang telah terdaftar yang diberikan kepada pihak lain dengan ikatan perjanjian menggunakan merek tersebut dengan jangka waktu dan syarat tertentu.
Umumnya Lisensi selalu berbicara tentang hak kekayaan intelektual sehingga lisesnsi tak hanya berbicara tentang merek semata namun juga bisa lisensi Hak Cipta,Perangkat Lunak bahkan sampai dengan lisensi Teknologi.
Contoh : Software Antivirus Kaspersky
-Hybrid
adalah penggabungan antara merk 1 dan merk 2 yang berlainan menjadi satu produk barang, tetapi tidak lepas dari karakter unsur tersebut.
Contoh : Softener Soklin, Soklin yaitu detergen pakaian untuk membersihkan kotoran yang ada di pakaian dan Softener adalah produk pengharum dan pelembut pakaian.
Daftar Pustaka :
www.library.ohiou.edu
http://tn.upi.edu
http://id.wikipedia.org
http://one.indoskripsi.com
-Holding company
Perusahaan induk atau Holding Company adalah perusahaan utama yang membawahi beberapa perusahaan yang tergabung ke dalam satu grup perusahaan. Melalui pengelompokan perusahaan ke dalam induk perusahaan, bertujuan untuk meningkatkan atau menciptakan nilai pasar perusahaan (market value creation).
Contoh : Trans Corp mempunyai 2 cabang Perusahaan Stasiun televise, yaitu Trans 7 dan Trans TV
-Trust
Trust atau kepercayaan yaitu suatu kepercayaan dari atasan untuk bawahan atau sebaliknya. Hubungan tersebut merupakan hal yang sangat penting agar kerjasama dapat tercipta dengan efektif. Bentuk trust yang muncul sangat jelas terjadi ketika atasan dan bawahan saling mengenal Knowledge Based Trust atau pengetahuan berdasarkan kepercayaan , namun baik di awal hubungan mereka ketika mereka masih menjadi stranger atau orang asing.
Contoh : Atasan yang memberikan suatu pekerjaan kepada bawahannya dengan penuh kepercayaan.
-Kartel
sering terbentuk oleh para peserta tender bertujuan untuk memanipulasi pemenang tender, yang menguntungkan salah satu anggota kartel tersebut. Praktik yang juga digolongkan sebagai korupsi ini dapat dilakukan dengan atau tanpa adanya keterlibatan pejabat Negara didalamnya. Sementara, kolusi biasanya merupakan bentuk kesepakatan dari peserta tender untuk menetapkan giliran pemenang tender atau kesepakatan pembayaran kompensasi kepada pihak yang kalah dalam tender karena memasukan penawaran yang lebih tinggi.
Contoh: praktik monopoli dan persaingan usaha, kesepakatan dalam penetapan dan kenaikan harga, serta pembagian pasar.
-Asosiasi perdagangan
adalah suatu pengorganisasian yang terbentuk atas kerjasama para pedagang.
Contoh : Kumpulan para pedagang barang – barang elektronik yang ada di BEC (Bandung Electronik Center)
-Joint venture
adalah bergabungnya suatu perusahaan dengan perusahaan lain untuk menjalankan aktivitas ekonomi bersama. Pihak-pihak itu setuju untuk berkelompok dengan menyumbang keadilan pemilikan dan kemudian saham dalam penerimaan, biaya , dan kontrol perusahaan.
Contoh : perusahaan ASUS dan Gigabyte, Gaikindo (Gabungan Agen Tunggal dan Asembler Kendaraan Bermotor), Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO), ASI dan APKI (Asosiasi Pabrik Kertas
Indonesia).
-Gentlemen Agreement
Bila salah satu pihak melanggar, maka tidak dapat lagi dipercaya. Maka dibuatlah MoU sebagai pengikat perjanjian bisnis. Tetapi masih banyak yang melanggar MoU, karena ada saja pasal-pasal dalam perjanjian tersebut yang menjadi titik lemah untuk dilanggar.
Contoh : Kerjasama Industri-industri formal/Informal.
-Franchise
ialah waralaba dimaknai lebih luas, pemberi waralaba tidak hanya memperkenankan penerima waralaba untuk memakai merek/logo/hak ciptanya, tetapi turut pula mengatur internal perusahaan. Baik mengenai karyawan, pelatihan, lokasi, bahan baku hingga strategi pemasarannya.
Contoh : KFC, Chandra Toserba, alfamart
-Lisensi
Dapat diartikan sebagai adanya sebuah izin yang telah terdaftar yang diberikan kepada pihak lain dengan ikatan perjanjian menggunakan merek tersebut dengan jangka waktu dan syarat tertentu.
Umumnya Lisensi selalu berbicara tentang hak kekayaan intelektual sehingga lisesnsi tak hanya berbicara tentang merek semata namun juga bisa lisensi Hak Cipta,Perangkat Lunak bahkan sampai dengan lisensi Teknologi.
Contoh : Software Antivirus Kaspersky
-Hybrid
adalah penggabungan antara merk 1 dan merk 2 yang berlainan menjadi satu produk barang, tetapi tidak lepas dari karakter unsur tersebut.
Contoh : Softener Soklin, Soklin yaitu detergen pakaian untuk membersihkan kotoran yang ada di pakaian dan Softener adalah produk pengharum dan pelembut pakaian.
Daftar Pustaka :
www.library.ohiou.edu
http://tn.upi.edu
http://id.wikipedia.org
http://one.indoskripsi.com
Label:
agreement,
asosiasi,
asosiasiperdagangan,
company,
franchise,
gentlemen,
gentlementagreement,
holding,
holdingcompany,
hybrid,
join,
jointventure,
kartel,
lisensi,
pengertian,
perdagangan,
trust,
venture
Sabtu, 17 Oktober 2009
Definisi Ilmu Komunikasi
Definisi Ilmu Komunikasi
Komunikasi dapat didefinisikan dalam banyak cara. Di sini kita dapat mendefinisikan komunikasi sebagai sebuah proses yang dapat memungkinkan para pelaku komunikasi sampai pada pemaknaan secara bersama-sama melalui pertukaran pesan / interchange of messages (Rubin&Rubin:3:2005). Ketika orang meciptakan dan mengelola makna dan membagi pemahamannya tentang realitas sosial, maka banyak hal dapat dikategorikan sebagai peristiwa komunikasi / communication events.
Nilai Penting Ilmu komunikasi
Untuk apa mempelajari Ilmu Komunikasi? Orang-orang yang sudah mempelajari ilmu komunikasi akan mengatakan kepada Anda bahwa sifat pekerjaan mereka didorong oleh sebuah kebutuhan untuk mengetahui lebih jauh tentang interaksi dan proses komunikasi manusia. Para professional bidang komunikasi harus mengembangkan keterampilan mereka dalam upaya memperoleh dan memanfaatkan informasi sepanjang karir professional mereka. Sebagai mahasiswa ilmu komunikasi, Anda harus mampu menginvestigasi dan melibatkan diri dalam perkembangan komunikasi secara akademik maupun secara professional.
Komunikasi dapat didefinisikan dalam banyak cara. Di sini kita dapat mendefinisikan komunikasi sebagai sebuah proses yang dapat memungkinkan para pelaku komunikasi sampai pada pemaknaan secara bersama-sama melalui pertukaran pesan / interchange of messages (Rubin&Rubin:3:2005). Ketika orang meciptakan dan mengelola makna dan membagi pemahamannya tentang realitas sosial, maka banyak hal dapat dikategorikan sebagai peristiwa komunikasi / communication events.
Nilai Penting Ilmu komunikasi
Untuk apa mempelajari Ilmu Komunikasi? Orang-orang yang sudah mempelajari ilmu komunikasi akan mengatakan kepada Anda bahwa sifat pekerjaan mereka didorong oleh sebuah kebutuhan untuk mengetahui lebih jauh tentang interaksi dan proses komunikasi manusia. Para professional bidang komunikasi harus mengembangkan keterampilan mereka dalam upaya memperoleh dan memanfaatkan informasi sepanjang karir professional mereka. Sebagai mahasiswa ilmu komunikasi, Anda harus mampu menginvestigasi dan melibatkan diri dalam perkembangan komunikasi secara akademik maupun secara professional.
Pengertian Obyektivasi, Internalisasi, Externalisasi
Obyektivasi disebut sebagai upaya re-definisi nilai yang sudah ada pada kepercayaan dalam kesadaran diri manusia. Dalam tahap ini, muncul pertanyaan kritis tentang fungsi, materi, dan beberapa hal lain terkait dengan nilai yang sudah dipahami tersebut. Hasil perenungan kembali yang terkadang dibumbuhi dengan tindakan kontemplatif ini, terkadang melahirkan proposisi nilai atau pemahaman baru yang secara subyektif dianggap lebih baik dari proposisi sebelumnya.
Misalnya : media massa meliput ariel peterpan, sehingga muncul lah pemberitaan tentang trend-trend ariel peterpan di media electronik maupun media massa. Lalu masyarakat menanggapi pemberitaan tersebut dan muncullah pemikiran public bahwa berita tersebut benar dan bagus. Sehingga public mengikutinya.
Internalisasi adalah proses pemasukan nilai pada seseorang yang akan membentuk pola pikirnya dalam melihat makna realitas pengalaman. Nilai-nilai tersebut bisa jadi dari berbagai aspek baik agama, budaya, norma sosial dll. Pemaknaan atas nilai inilah yang mewarnai pemaknaan dan penyikapan manusia terhadap diri, lingkungan dan kenyataan di sekelilingnya.
Misalnya: saya meniru gaya pakaian ariel peterpan yang sedang ngetrend saat ini, Secara tidak langsung saya telah menginternalisasi diri saya sendiri, karena mengikuoti trend ariel.
Eksternalisasi adalah usaha ekspresi manusia atas re-definisinya terhadap nilai yang selama ini diyakini sebagai kebenaran. Ekspresi ini diwujudkan kepada orang lain atau kelompok yang secara kuantitatif lebih besar dengan tujuan untuk mewarnai atau bahkan dalam kondisi ekstrim merubah nilai-nilai semula dengan nilai baru yang diyakini kebenarannya. Tokoh atau kelompok yang merasa memiliki proposisi keyakinan baru seperti ini reralif militan.
Misalnya : ariel peterpan sebagai artis membuat sensasi ke public dengan menampilkan trend-trend baru, sehingga public dapat menirunya atau bisa menjadi inspirasi untuk public. Jadi, secara tidak langsung ariel peterpan telah mengeksternalisasi kepada public.
Misalnya : media massa meliput ariel peterpan, sehingga muncul lah pemberitaan tentang trend-trend ariel peterpan di media electronik maupun media massa. Lalu masyarakat menanggapi pemberitaan tersebut dan muncullah pemikiran public bahwa berita tersebut benar dan bagus. Sehingga public mengikutinya.
Internalisasi adalah proses pemasukan nilai pada seseorang yang akan membentuk pola pikirnya dalam melihat makna realitas pengalaman. Nilai-nilai tersebut bisa jadi dari berbagai aspek baik agama, budaya, norma sosial dll. Pemaknaan atas nilai inilah yang mewarnai pemaknaan dan penyikapan manusia terhadap diri, lingkungan dan kenyataan di sekelilingnya.
Misalnya: saya meniru gaya pakaian ariel peterpan yang sedang ngetrend saat ini, Secara tidak langsung saya telah menginternalisasi diri saya sendiri, karena mengikuoti trend ariel.
Eksternalisasi adalah usaha ekspresi manusia atas re-definisinya terhadap nilai yang selama ini diyakini sebagai kebenaran. Ekspresi ini diwujudkan kepada orang lain atau kelompok yang secara kuantitatif lebih besar dengan tujuan untuk mewarnai atau bahkan dalam kondisi ekstrim merubah nilai-nilai semula dengan nilai baru yang diyakini kebenarannya. Tokoh atau kelompok yang merasa memiliki proposisi keyakinan baru seperti ini reralif militan.
Misalnya : ariel peterpan sebagai artis membuat sensasi ke public dengan menampilkan trend-trend baru, sehingga public dapat menirunya atau bisa menjadi inspirasi untuk public. Jadi, secara tidak langsung ariel peterpan telah mengeksternalisasi kepada public.
Langganan:
Postingan (Atom)